Sesruput teh hangatku kali ini kutulis sebelum sharing jurnal berlangsung. Ya emang sudah penderitaan kalau kelompok 4 itu dosennya pasti telat. Dan pada akhirnya kita ngobrol gak kemana arahnya.
Entah alasan apa, mulai dari diskusi yang pertama sampai hari ini, itu yang namanya Dosen pasti telat. Ya dampaknya pasti waktu yang kita butuhin lebih banyak dan juga pastinya pulangnya lebih sore.
Sebenarnya Sharing jurnal hari ini dimulai pukul 11.30, akan tetapi sudah lewat 30 menit, orangnya belum datang.
"Menunggu sebuah jawaban...", kata Fatimah
Sebenarnya sih, kalau sudah 30 menit itu, biasanya udah lewat satu kelompok menit. Malah di buat foto sama yayaz
Ya mau gimanapun, hal ini telah terjadi.
Ya mencoba positif thinking saja
Toh kita juga butuh persiapan.
Indonesian Tea
Pikiran
Shofi Khaqul Ilmy
at
7:36 AM
Jan Pieterszoon Coen (30 Mei 1619)
J.P. Coen menaklukkan Jayakarta dan namanya diubah menjadi Batavia (Batavieren). Jayakarta dibumiratakan dan dibangun benteng yang bagian depan digali parit. Di bagian belakang dibangun gudang juga dikitari parit, pagar besi dan tiang-tiang yang kuat. Selama 8 tahun kota Batavia sudah membengkak 3 kali lipat. Pembangunannya selesai pada tahun 1650. Kota Batavia sebenarnya terletak diselatan Kastil yang juga dikeleilingi oleh tembok-tembok dan dipotong-potong oleh banyak parit.
Kapten Phoa Bing Am 1648
Molenvliet adalah kanal besar yang dibangun. untuk menghanyutkan kayu bakar dan lain-lain dari daerah “dekat hutan” (di sekitar bekas gedung Harmoni) ke kota. Penggaliannya mulai dari depan harmoni di berakhir di pos keamanan “Bantenburg” yang letaknya kira-kira di depan Glodok Building sekarang).
1684
Seperti yang telah diketahui tanaman teh pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1684, berupa biji teh dari Jepang yang dibawa oleh seorang Jerman bernama Andreas Cleyer, dan ditanam sebagai tanaman hias di Jakarta. Berhasilnya penanaman percobaan skala besar di Purwakarta dan di Banyuwangi membuka jalan bagi Jacobus Isidorus Loudewijk Levian Jacobson, seorang ahli teh, menaruh landasan bagi usaha perkebunan teh di Jawa. Pada tahun 1828 masa pemerintahan Gubernur Van Den Bosh, Teh menjadi salah satu tanaman yang harus ditanam rakyat melalui politik Tanam Paksa (Culture Stelsel). Sejak saat itu teh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
1720
Pabrik-pabrik gula cukup banyak didirikan di sepanjang Sungai Ciliwung. Dari sejumlah 130 terdapat 50 pabrik gula yang berlokasi di tepi Sungai Ciliwung. Para pekerja biasa membuang sisa-sisa sampah tebu ke Sungai Ciliwung. Mereka tidak menyadari bahwa akibat kebiasaannya itu aliran sungai menjadi tersumbat.
1728
Pengolahan teh didukung oleh pemerintah.
1750
East India Company menciptakan sistem lelang dan sampai dengan sekarang masih bertahan di London.
Gubernur Jendral Mossel 1750-1761
Ia membeli weltevreden mendirikan rumah kediaman besar dan bagus (dekat RS Gatot Subroto sekarang). Di sekeliling rumah itu dibuatlah kebun yang sangat luas terhampar sampai ke Senen, dilengkapi dengan telaga-telaga buatan, kijang dan menjangan bergerombol di kebun itu. Ketika van Overstraten menjabat Gubernur Jendral weltevreden dijual kepada Belanda dengan batas-batas: Di sebelah utara Postweg (jalan Pos) dan Schoolweg (jl. Dr. Sutomo); di sebelah timur Groote Zuiderweg (sekarang jl. Gung sahari-Senen-Kramat bunder); di sebelah selatan: kramat bunder-jembatan Prapatan; di sebelah Barat dibatasi oleh sungai Ciliwung.
1753
- Linnaeus meulis sistem binominal tentang teh.
- John Hill, menganggap thea virdis sebagai teh hijau, dan thea baliwa teh hitam.
Pemerintah Belanda 1798
VOC bangkrut dan dikelola langsung oleh pemerintah Belanda. Pada 1 Januari 1800 didirikan majelis untuk urusan jajahan Asia.
Herman Wilhelm Daendels
Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels (1808-1811), diberlakukan sistem pemerintahan secara radikal (meletakkan dasar pemerintahan sistem Barat). dan Daendels membangun jalan dan benteng bagi pertahanan menghadapi serangan Inggris.
Thomas Stamford Raffles
Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Raffles (1811-1816), diterapkan sistem Landrente (semua tanah milik negara) rakyat penggarap harus membayar sewa tanah, diteruskan oleh Belanda hingga tahun 1830.
Gubernur Jenderal van der Capellen
- 1816-1823 Penghapusan sewa Tanah.
- 1817 Belanda Membangun Kebon Raya Bogor.
Jenderal de Kock
Pada masa pemerintahan Jenderal de Kock, terjadi Perang Diponegoro (1925-1930)
1826-1828
- Percobaan-percobaan di Kebun Botani di Bogor berhasil (1826).
- Perkebunan teh yang pertama di Nusantara dimulai oleh J.L.L.L. Jacobson (1828).
- Awal industri teh (akhir 1928), semak teh 96.400 ha.
Jenderal van de Bosch
1830 –1870
- 1830 Diulainya Sistem tanam paksa.
- 1833 Terdapat 1.700.000 batang pohon teh dengan hasil 16.833 pon.
- 1835 Hasil teh dari Nusantara mulai diangkut ke negeri Belanda sebanyak 200 peti, pertama kalinya diikutkan pelelangan teh Amsterdam.
- 1841 Kebun teh di seluruh Jawa baru ada kira-kira 3.000 bau (2.129 hektar).
- 1843 Robert Fortune, menemukan hitam dan hijau teh karena prosesnya bukan tanamannya .
- 1846 Kebun teh di seluruh Jawa kira-kira 4.500 bau (3.193 hektar).
- 1858 450 orang dikerahkan untuk penanaman kopi, 300.000 orang untuk menanam tebu, 110.000 orang menanam nila.
- 1832-1867 Saldo Untung (Batig slot) pemerintah Belanda mencapai 967 juta Gulden.
1870 -1910
- 1870 Awal peraturan hak Erfpacht (75 tahun), ada 15 perusahaan.
- Periode Politik Kolonial Modern.
- Undang-undang Gula (suikerwet), (Para petani selain harus mengerjakan penanaman juga, mengerjakan tanpa upah untuk pengangkutan, pengolahan gula di pabrik, pembuatan jalan, pembuatan saluran air dan jembatan).
- 1872 Import benih teh Assam, sebelumnya dari Tiongkok dan Jepang.
- 1875 Kebun teh rakyat terdapat di Sinagar dan Parakan; A.B.B. Crone; Biji teh cuma-cuma kepada rakyat di Cicurug dan Cibadak; Bapak perkebunan teh rakyat.
- 1878 Datangnya varitas thea assamica di Nusantara.
- 1880 Kebun Rakyat (Cibadak dan Cicurug).
- 1893 Luas Kebun Rakyat 300 ha.
- 1870-1900 Zaman Liberalisme (masuknya Modal Barat).
- 1900-1914 Pemerintah Hindia Belanda mencari bentuk pemerintahan yang mensejajarkan Barat dan Timur dan mendudukkan keduanya dalam satu kesatuan politik. Perubahan ini dilatarbelakangi oleh keinginan merdeka dari rakyat.
- 1901 Terjadi bencana hama pada tumbuhan tebu dan kopi.
- 1902 Thee Proefstation (balai penelitian) yang pertama di Bogor, kemudian bernaung di bawah Centrale Proefstationsvereniging (CPV).
- 1909 Luas Kebun Rakyat 8000 ha.
1910-1942
- 1910-1914 dan 1920-1928 Periode puncak laju pertumbuhan teh per tahun per hektar menjadi rata-rata 6.3 % dengan laju pertumbuhan penanaman yang jauh lebih tinggi.
- 1910-1940 Perluasan perkebunan di Selatan Priangan.
- 1918-1921 Depresi ekonomi, hanya pabrik-pabrik dekat Sukabumi yang disewa pemerintah bertahan melakukan pengolahan teh rakyat.
- 1918 Krisis perusahaan gula tahun di Hindia Belanda.
- 1920 Ekspor menurun sehingga perusahaan-perusahaan di Eropa mengalami kerugian dan bahkan ada yang bangkrut.
- 1921 Dibawah pemerintahan Gubernur Jenderal Fock mengalami krisis ekonomi; Pergantian pemerintahan ke tangan Gubernur Jenderal Fock
- 1922 Terjadi pemogokan pegawai pegadaian.
- 1923 Terjadi pemogokan pegawai kereta api.
- 1925 Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh pemerintah yang mencakup:
- desentralisasi,
- perubahan pemerintahan,
- perbaikan kesehatan rakyat dan emigrasi,
- perbaikan pertanian dan peternakan, serta
- pembangunan irigasi dan lalu lintas
Menjelang PD II - Perdagangan teh memberikan keuntungan besar bagi kas negeri pemerintah kolonial (berkantor di Amsterdam dan Roterdam).-Terdapat 324 perusahaan (259 perusahaan di Jawa Barat atau 78%)
About Tea
Pikiran
Shofi Khaqul Ilmy
at
7:26 AM
Bangsa Cina telah minum teh selama 5.000 tahun. Asal mula teh pada awalnya masih merupakan legenda . Legenda yang paling terkenal adalah cerita tentang Kaisar Shen Nung (diucapkan ‘Shay-Nung'). Penemuan teh olehnya belum ditempatkan secara tepat dalam sejarah, yaitu pada tahun 2737 sebelum masehi.


Selama ribuan tahun, bangsa Cina meminum teh untuk kesehatan dan kenikmatan. Tidak seorangpun tahu apa yang menyebabkan mereka tertarik dengan daun hijau serta mengkilap dari Camellia sinensis , tetapi legenda popular dapat memberi pengetahuan kepada kita.
Pada suatu hari, ketika Kaisar Shen Nung akan minum air mendidih, beberapa daun dari pohon yang menjuntai tertiup angin dan jatuh di panci berisi air mendidih tersebut. Sang Kaisar ingin tahu dan memutuskan untuk mencicipi air rebusan yang tidak menyerupai minuman tersebut. Kaisar menemukan air rebusan itu sedap dan menyegarkan tubuh.
Legenda dari India menghubungkan penemuan teh dengan biarawan Bodhidharma. Sang biarawan sangat kecapekan setelah mengakhiri pertapaannya selama 7 tahun. Dalam keputus-asaan dia mengunyah beberapa daun yang tumbuh didekatnya, yang dengan serta-merta menyegarkannya kembali.
India saat ini merupakan penghasil teh terbesar di dunia, tetapi tidak ada catatan sejarah mengenai minum teh di India sebelum abad kesembilan belas. Eksperimen dari Bodhidharma mengunyah teh tidak pernah disebarkan kepada masyarakat umum pada saat itu.
India saat ini merupakan penghasil teh terbesar di dunia, tetapi tidak ada catatan sejarah mengenai minum teh di India sebelum abad kesembilan belas. Eksperimen dari Bodhidharma mengunyah teh tidak pernah disebarkan kepada masyarakat umum pada saat itu.
Mitologi lain dari Jepang mengenai biarawan yang bertapa, Bodhidharma, menjelaskan bagaimana ia membuang kelopak matanya yang berat ke tanah karena merasa frustasi tidak mampu untuk tetap terjaga. Pohon teh tumbuh dimana ia membuang kelopak matanya. Dedaunan dari pohon yang baru tumbuh ini secara ajaib menyembuhkan kepenatannya.
Teh bukan asli dari Jepang, maka mitologi ini tidak memberikan penjelasan untuk keberadaanya secara mendadak di Jepang. Realitanya kurang beragam: di awal abad kesembilan, seorang biarawan dari Jepang yang pulang dari pengembaraan, bernama Dengyo Daishi membawa biji tanaman teh dari Cina.
Metode pembuatan teh dengan panci terbuka yang diperkenalkan oleh Kaisar Shen Nung terbukti setelah sekian lama waktu berjalan. Hal tersebut membutuhkan waktu 4.000 tahun sebelum metode pembuatan teh yang kita kenal sekarang dikembangkan.
Pada masa Dinasti Ming (1368-1644), bangsa Cina mulai membuat teh dengan air mendidih. Dengan sedikit adaptasi, tempat penuang anggur tradisional dari China yang menggunakan penutup menjadi teko teh yang sempurna.
Teh
‘Teh' dengan segala variasinya di dunia dalam pengejaan dan pengucapan berasal dari sumber tunggal. ‘ Te ', berarti ‘teh' dalam dialek Cina Amoy. Bahasa Cina nasional dari kata teh, ‘ cha ', juga menghasilkan beberapa turunan kata lain di dunia.
Teh masuk ke Eropa pada awal abad ketujuhbelas. Dibandingkan kelebihan teh dalam hal pengobatan, bangsa Eropa lebih memilih aroma kopi. Hanya diantara beberapa golongan kecil dari kaum bangsawan, yang mempopulerkan teh.
Masuknya Teh ke Eropa
Pada awal abad ketujuh belas pedagang dari bangsa Belanda dan Portugis pertama kali memperkenalkan teh ke Eropa. Pedagang Portugis mengirimkan dengan kapal dari pelabuhan Cina, Macau, sedangkan pedagang Belanda membawanya dari Indonesia ke Eropa.

Minuman baru yang datang bersamaan dengan muatan sutera dan rempah-rempah ini tidak mengalami sukses dalam sekejap.
Bangsa Eropa mencicipi teh, tetapi mereka lebih memilih aroma kopi. Sedangkan pedagang Inggris menunggu hingga tahun 1652 sebelum akhirnya mulai memperdagangkan teh.
Bangsa Rusia merupakan penggemar awal teh. Teh yang mereka konsumsi datang melalui jalur darat dari Cina menggunakan kereta yang ditarik oleh unta.
Ketika penggemar teh di Rusia meningkat, barisan unta yang membawa teh semakin memanjang.
Pada akhir abad kedelapan belas, beberapa ribu kereta yang ditarik unta, kira-kira 200-300 kereta pada satu saat menyeberangi perbatasan Cina.
Jalur kereta api lintas Siberia menggantikan kereta yang ditarik unta, tetapi perjalanan romantik tersebut menyisakan ingatan yang popular atas campuran lembut teh hitam Cina yang terkenal sebagai Karavan Rusia.
Kemajuan Melalui Kerajaan
Pada abad ketujuhbelas di Eropa, tak satupun yang menolong penjualan teh selain pelanggan dari keluarga kerajaan.
Acara minum teh menjadi istimewa pada tahun 1662, ketika Raja Charles II dari Inggris menikah dengan Catherine dari Braganza, seorang putri berkebangsaan Portugis dan seorang penggemar teh. Catherine mengawali tradisi minum teh dalam istana, dengan menggunakan mangkuk dan teko teh transparan buatan Cina – dan segera para anggota istana lain mengikuti caranya.
Pada saat itu harga teh dinilai mahal, namun sekarang sudah menjadi umum. Seketika teh menjadi mode dan eksklusif. Menurut sudut pandang kaum bangsawan, hal tersebut merupakan sesuatu yang menarik.
Pada abad ketujuh belas di Eropa, teh merupakan produk praktis yang memiliki kegunaan besar. Kebanyakan air tidak layak diminum. Bagi yang ingin menghindari penyakit, pilihan yang ada tidak membangkitkan semangat: secangkir air mendidih, atau bir yang cukup kuat untuk membunuh bakteri.
Pada saat itu harga teh dinilai mahal, namun sekarang sudah menjadi umum. Seketika teh menjadi mode dan eksklusif. Menurut sudut pandang kaum bangsawan, hal tersebut merupakan sesuatu yang menarik.
Pada abad ketujuh belas di Eropa, teh merupakan produk praktis yang memiliki kegunaan besar. Kebanyakan air tidak layak diminum. Bagi yang ingin menghindari penyakit, pilihan yang ada tidak membangkitkan semangat: secangkir air mendidih, atau bir yang cukup kuat untuk membunuh bakteri.
Di Inggris dan beberapa negara, dimana bir adalah minuman yang umum untuk sarapan, teh menjadi altenatif lain yang disambut baik. Pada akhirnya teh menjadi pemuas dahaga yang hangat dan menyegarkan, penuh rasa, dan aman untuk diminum.
Pada abad kedelapan belas di keluarga kaya, minum teh merupakan acara dalam perayaan besar.
Daun teh yang bernilai tinggi seringkali disimpan dalam kotak penyimpanan yang berkunci, dimana hanya ada satu kunci.
Sekali atau dua kali dalam seminggu, nyonya rumah akan membuka kuncinya dan menghidangkan teh untuk suguhan dalam keluarga, atau untuk memberi kesan pada tamu istimewa.
Teh disajikan dengan porselin yang memiliki mutu baik, yang menandakan tingkat kekayaan, selain untuk menambah arti dari perayaan. Hal ini juga merupakan kesempatan bagi para wanita untuk memamerkan kulit mereka yang pucat dan struktur tulang yang lembut dibandingkan porselin Cina. Dua atribut ini merupakan tolok ukur kemurnian seorang wanita pada saat itu.
Kehidupan sosial pada awal pertengahan abad kedelapan belas beralih dari kebiasaan seperti kedai kopi digantikan dengan kebun teh. Kebun teh menjadi seperti surga: pohon-pohon di tepian jalan, lentera yang menerangi jalan setapak, musik, tarian, kembang api, dan makanan enak ditemani dengan secangkir teh yang nikmat.
Kebun teh tidak hanya tempat yang menyenangkan, tetapi juga merupakan tempat untuk pertemuan sosial. Di tempat eksotis ini, keluarga kerajaan dan rakyat biasa dapat berjalan bersama.
Konsumsi teh meningkat secara dramatis selama awal abad kesembilan belas. Mode dan penurunan harga membangun pasar yang sulit dipenuhi oleh para pemasok barang. Untuk menerobos monopoli dari Cina, perdagangan teh beralih ke India untuk mengisi kesenjangan.
India
Ketika konsumsi teh meningkat pada awal abad kesembilan belas, Perusahaan India Timur mencari sumber persediaan baru. Sejak bangsa Cina memonopoli penamanan teh, solusinya adalah dengan menanam teh dimana-mana.
Percobaan pertama dengan bibit teh dari Cina dikelola di Assam, timur laut India. Tetapi eksperimen ini tidak berhasil, meskipun bibit yang sama tumbuh dengan baik di Darjeeling, India bagian utara.
Kemudian pada tahun 1820, para ahli tumbuh-tumbuhan menemukan tumbuhan lokal yang belum teridentifikasi. Mereka mengirim contoh daun ke London untuk dianalisis. Contoh daun tersebut dengan segera dikenali sebagai teh – tanaman yang pada mulanya tidak dikenal di India – kemudian lahirlah industri teh India.
Pengemasan
Sampai pada tahun 1826, teh selalu dijual secara lepas. Hal ini mengundang niat jahat pengusaha toko untuk mengganti aroma teh dengan bahan tambahan. Pada tahun 1826, John Horniman mengembangkan (pre-sealed )pra penutup, kemasan teh dengan penutup dari timah, dimana hal ini tidak segera menyenangkan para penjual. Mereka lebih memilih untuk meningkatkan keuntungan dengan kebiasaan yang sudah ada. Horniman kemudian mencoba cara lain untuk memasarkannya. Dia menambahkan pesan kesehatan pada kemasan teh dan menjualnya ke apoteker dan ahli obat. Orang-orang ini dan pelanggannya jauh lebih bisa menerima pendekatan ini.
Keberadaan teh celup berasal dari kejadian yang tidak disengaja. Seorang pengimpor teh dari New York bernama Thomas Sullivan mengirimkan contoh teh kepada para pelanggannya dalam kantung sutera kecil. Para pelanggan ini menyukai cara yang mudah ini, kemudian selanjutnya menghendaki semua teh untuk mereka dikemas dalam kantung.

Setelah 5.000 tahun, konsumsi dan produksi teh terus meningkat. Di dunia, secara kasar tiga juta ton teh dipanen setiap tahunnya.
Ada dua faktor yang saat ini mengendalikan pasar internasional. Di negara-negara berkembang, minum teh ditiru dari bangsa Eropa seperti yang mereka lakukan tiga abad yang lalu. Cara yang nikmat untuk meminum air dengan aman. Di negara-negara berkembang, keinginan akan variasi dan aroma baru meningatkan konsumsi teh secara khusus.
Kebun Teh Lawang, Siapa Takut
Seseruput Teh Hangatku pada sore ini akan sharing pengalaman keren dengan teman-teman sekelasku (K3LN Phorepher, Hheheh...)
Insyaallah pada tanggal 28 Oktober 2011, tepatnya hari Jumat.
(fotonya tanggalnya gak sama, lupa settingannya mungkin)
Dimulai pada saat pagi hari,
"Gilla, kesiangan nhie, hadehh...", batinku
Tapi dengan nyantainya aku berangkat mepet banget dengan janjian kita (jam 7 pagi). U know lah, dari rumahku (yang berlokasi di kepanjen) sampai Kosannya Titik Tri A (19 tahun, Emak-emak holic) membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit dan aku berangkat jam setengah 7.
Tapi untungnya anak-anak pada kumpul semua jam setengah 8. Jadi gak telat, Alhamdulillah.
Member:
Arphido Prastyatama M. (18 tahun, Gokil Abis) as Ojeknya Adine
Titik Tri A. (19 tahun, Emak-emak Holic) as Penumpangnya Badar
Shindy A.P (19 tahun, Anak baru Manja) as Penumpangku
A. Z. Badarudin (19 tahun, Penuh) as Ojeknya Titik
Adine C. (19 tahun, Ibu Etiologi K3LN) as Penumpangnya Arpidho
dan tentunya aku ndiri, as Ojeknya Shindy
Yang kita lakuin disana:
1. Survey (Tujuan awal), buat Up Grading anak-anak Himkajaya
2. Makan (avaliable menu: bakso, tempe penyet, nasgor)
3. Narsis bareng
4. Jumatan, karena hari Jumat. Otomatis Aku, Arpidho, dan Badar Jumatan dulu. Dan yang cewe-cewe gak tau ngapain
5. Pulang, Kehujanan, Macet. Lengkap penderitaan kita.
Ya meskipun cuman bentar, yang penting bisa membuang penat dan juga sarana refreshing.
Dan yang paling penting, aku bawa Teh Hitam asli Wonosari Mutu I
Asli, Tehnya Mantab dan sangat cocok untuk menemaniku menulis disini.
lokasinya
Lawang, Indonesia
Mengawali
Akhirnya kumulai tulisanku dengan Sesruput Teh Hangat disamping alat ketikku ini.
Ya meskipun masih pemula, tapi kalau dicoba juga gak masalah juga kan. Katanya biar gak stress kalau ada masalah, bener kah?
Entah apa, yang penting ada kemajuanlah...
Mengapa harus Sesruput Teh Hangat?
ya emang agak aneh kedengarannya, tapi meminum teh hangat dihari-hariku adalah suatu kebiasaan sejak aku masih kecil. Dan ketika aku membuat blog ini pun, aku sedang menikmati secangkir teh hangat (actually hari hujan). And you know, dikeluarga kecilku ini, semuanya adalah penikmat teh. Entah itu pagi, siang, atau malam, yang penting enak...
Dan mengapa aku mengambil kata "Sesruput"? kenapa kok enggak "Seteguk" or yang lain..
Alasannya cuman satu, UNIK.
Dan harapannya, melalui Sesruput Teh Hangat ini, kalian semua bisa lebih kenal dengan aku yang apa adanya ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Me
- Shofi Khaqul Ilmy
- Malang, Jawa Timur, Indonesia
- Hanyalah seorang anak sederhana yang lahir di Malang dan besar di Malang juga (Hidup Mati di Malang deh, MERDEKA..!!!) pendidikan biasa di Kabupaten SDN 2 Kepanjen, SMPN 4 Kepanjen, dan apalagi ini, SMAN 1 Sumberpucung. Meskipun SMA di Desa, tapi aku bangga dengan itu, dengan segala aktivitas dan keluarga besarku disana, hhee. SMAku ini yang telah membawaku dan melanjutkan studiku di Universitas Brawijaya, khususnya di Ilmu Keperawatan Kelas K3LN. Apa itu K3LN? ask me later, hhaa Katanya aku aktivis, tp menurutku enggak. yang penting buat aku, HEPI. Ikut Paduan Suara, kepanitiaan Fakultas, ok juga. hhee Koleris sanguin ntu sifatku, kayak di buku personality. Panjang juga, Dan smua itu adalah kehidupanku. Bagaimana Kehidupanmu???
Popular Posts
-
Seseruput Teh Hangatku pada sore ini akan sharing pengalaman keren dengan teman-teman sekelasku (K3LN Phorepher, Hheheh...) Insyaallah pada ...
-
Sesruput teh hangatku kali ini kutulis sebelum sharing jurnal berlangsung. Ya emang sudah penderitaan kalau kelompok 4 itu dosennya pasti te...
-
Jan Pieterszoon Coen (30 Mei 1619) J.P. Coen menaklukkan Jayakarta dan namanya diubah menjadi Batavia (Batavieren). Jayakarta dibumiratak...
-
Akhirnya kumulai tulisanku dengan Sesruput Teh Hangat disamping alat ketikku ini. Ya meskipun masih pemula, tapi kalau dicoba juga gak masal...
-
Bangsa Cina telah minum teh selama 5.000 tahun. Asal mula teh pada awalnya masih merupakan legenda . Legenda yang paling terkenal adalah c...
Labels
Search This Blog
Blog Archive
Followers
Powered by Blogger.
